Jumat, 18 April 2014
Langit Utara
Aku berjalan pulang menjelang petang dan aku melihat ke utara, awan membumbung tinggi begitu indahnya dengan perpaduan sang mentari yang akan terlelap dan disamping itu rembulan telah muncul lebih cepat dari biasanya membuat aku berpikir bahwa aku sangat beruntung masih dapat bernafas dan menikmati keindahan ini, Terima Kasih Tuhan.. Tolong kami agar selalu menjaga Negeri yang indah ini, Indonesia.. Seketika aku teringat akan semua mimpi dan cita-cita ku tapi ketika aku mulai menengadah ke tanah aku lupa akan segalanya padahal hampir saja aku menemukan siapa diri ku ketika aku melihat langit utara, tapi itu semua hanya bualan seorang pemimpi sama halnya dengan sampah yang terurai..
Jumat, 28 Maret 2014
Akhir Dari Sebuah Pagi
Kemudian aku tersadar ketika aku terbangun dan menengadah ke langit, bahwa aku masih hidup dan bernafas namun dimanakah tujuan semula aku letakan? Aku pun berjalan menyusuri suatu jalan yang bernama kehidupan tetapi aku tersesat di dalamnya oleh suatu modernisme bahkan disaat sampah ini tertulis aku pun menjadi pengikut post-modernisme yang membuat kemajuan dan kemunduran massa dan bodohnya manusia tidak pernah memperhitungkan hal-hal tersebut. Bagaimana hasil akhir dari sebuah kehidupan? Menjelaskan definisinya? Percayalah ini adalah akhir dari sebuah pagi karena akan menuju siang.. Jangan terlalu serius ini hanya sebuah sampah yang terurai menjadi tulisan. Lalu apakah yang akan kalian lakukan setelah ini? Selamat Pagi..
Minggu, 09 Maret 2014
Jumat, 28 Februari 2014
Lihatlah
Tulisanya sudah membusuk dan tidak ada yang harus di publikasikan, bahkan di dimensi keterpurukan atau yang lain di luar metode kita untuk bertahan hidup..
Langganan:
Postingan (Atom)