Oke tuliskan apa saja dan jangan berharap lebih pada tulisan kali ini karena sejujurnya, saya hanyut dalam kenangan musim salju kala itu di Polandia.. Tapi bukan itu sebenarnya yang ingin saya tulis, ya selamat menuju akhir tahun dan rayakanlah. Orang-orang semakin menggila dengan kesibukan mereka dan tentunya persiapan menyambut apa saja itu yang pada akhirnya adalah suatu kumpulan pernyataan dan pertanyaan di meja makan keluarga tercinta. Ya, tidak terasa sudah setahun.. Lagi harus mampir sejenak dikepalaku, tapi tentunya aku terlalu malas sekali lagi hanya untuk menceritakan. Kau tau kan diluar hujan turun dengan derasnya dan saat ini menunjukan pukul sebelas malam tepat menuju akhir pekan di awal desember ini. Kopi bukanlah lagi sebagai komoditi si penulis ini karena kesehatan yang sudah tidak sebugar dulu, ya menyebalkan ketika perayaan sebentar lagi tidak akan bisa dinikmati tanpa bir atau sejenisnya, cukup bisa melihat dan katakanlah berharap bahwa bisa hidup menjadi sosok yang dulu berbeda itu menyenangnkan.
Tegaklah, karena kau tidak akan pernah bisa menjadi manusia yang statis, ya karena kau harus tahu bahkan dunia pun berubah. Tidak ada yang pernah berubah kecuali perubahan itu sendiri.. Aku, kamu, mereka, kita, atau siapapun yang memiliki celah untuk dirubah tentunya juga akan berbeda disetiap detiknya. Hanya kita tidak pernah sadar dengan perubahan itu karena sesuatu yang kecil selalu kita anggap remeh. Ya nikmatilah waktumu selagi sempat dan kau masih terpukau bodoh dengan kenyamanan fana ini sebelum pada akhirnya perlahan kau akan sadar bahwa hal-hal disekelilingmu mulai berubah perlahan, tertahan lalu tertelan akhirnya dengan kejamnya setiap pemikiran manusia dewasa ini. Aku sedang tidak ingin berbicara hal yang kalian sukai atau orang lain sukai atau yang dunia ini sedang butuhkan, karena aku tau itu hanya akan merubah sebagian kecil saja dari dunia ini yang semakin lama semakin membusuk, tentunya ini perspektif pemberitaan dan keuntungan saja. Jikalau kudasari dengan perspektifku, maka sepertinya dunia ini baik-baik saja dan memang ada kalanya kita tidak pernah bisa melakukan perlawanan pada hal-hal yang dalam tanda kutip bisa berpangkat ganda bahkan mengalahkan nurani yang sejatinya menanti perjalanan menuju apa itu sebenarnya rasio dan kebenaran absolut...... Oke mulai membingungkan, jadi bagaimana jika kita sudahi dan silahkan bercengkerama atau sekedar ngopi dengan saya untuk bertukar pemikiran. Kemana saja? Ya kalian tau terlalu banyak tanggung jawab yang menjadi tanggungan saya pada awal semester ini, bahkan waktu bernafas pun ku tak miliki, apalagi untuk mengatur jadwal kepergian dan ketersesatanku terhadap waktu sudah menjadi buah bibir noda hitam dibuku usang itu, lama tak ku buka. Ya tahun ini adalah tahun perubahan, aku sudah tidak tahu lagi apa yang ingin aku tulis, namun aku sudah memiliki kerangka........ Kerangka untuk melanjutkan hidup yang sejatinya kau akan tahu bahwa kita tidak pernah benar-benar dilahirkan dan bebas. Percayalah, ubah cara pandang kalian untuk lebih kritis dan jangan bodoh untuk terlena. Ada apa di akhir tahun ini? Mari kita lihat sendiri.. Tentukan, pilih dan tuntaskan!
Jumat, 04 Desember 2015
Jumat, 31 Juli 2015
Bulan Akan Berganti
Mungkin akan kuawali dengan rasa bersyukur tapi sebenarnya aku sangat malas untuk menulis tapi waktu sudah menunjukan hampir tengah malam dan bulan akan berganti... Separuh musim yang baik, banyak hal-hal yang benar-benar terjadi menurut kehendak Tuhan dan aku menerima itu semua. Semoga itu berkah di pertengahan tahun ini. Juli! Ya dimana aku bertambah umur, dapat melanjutkan kuliah di Universitas Gadjah Mada, lulus UN dengan nilai yang memuaskan. Lalu apalagi? Tentunya masih banyak dan aku tidak ingin dibilang pamer seperti para Negativsm berpikir dan berucap. Aku benar-benar merasakan kehadiran Tuhan, Mukjizat itu nyata!
Aku hanya berharap semoga aku tetap diberi nafas kehidupan sehingga aku tetap bisa berkarya serta berguna bagi orang-orang disekitarku....
Semoga dunia ini mem-baik.
Aku hanya berharap semoga aku tetap diberi nafas kehidupan sehingga aku tetap bisa berkarya serta berguna bagi orang-orang disekitarku....
Semoga dunia ini mem-baik.
Selasa, 19 Mei 2015
Don't rolled back!
Being shit to yourself, kindly to the others. Don't rolled back..
Well.. Let's gettin started.
A few days ago, ah forget it.
Pagi ini mungkin sama seperti pagi yang telah berlalu, matahari mulai terbangun, orang-orang mulai berkativitas, kehangatan dan sejuknya perasaan itu menyelimutiku dari kejauhan.
Namun aku sedang memikirkan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah ada, mungkin bisa dibilang fana.. Tentang seseorang yang harus kuselamatkan. Adakah orang yang benar-benar harus aku selamatkan jiwanya? Seseorang itulah yang membuat pagi ini begitu berbeda. Biasanya pagi seperti ini aku sudah memulai rutinitas hidup sehatku, yaah walau hanya sekedar jogging dan kali ini aku memilih untuk diam merenung didepan layar kaca maya ini untuk menuliskan hal yang cukup terpikirkan olehku. Ternyata menulis di pagi hari itu enak, banyak inspirasi yang datang namun tetap secara otomatis otakku akan memilahnya.
Apakah kalian percaya bahwa sebenarnya Tuhan membawa kita ke dunia ini karena ada sesuatu yang harus kita lakukan? Bukan hanya sekedar sekolah, tumbuh dewasa, menikah, punya anak dan seterusnya.. Bukan. Tapi lebih kepada "Apakah kamu sudah berguna bagi sesamamu?" Mungkin lebih tepatnya aksi nyata untuk sesama. Terkadang terpikirkan olehku manusia di era sekarang ini lebih mementingkan kehidupan dan kenikmatan apalagi yang harus mereka capai, mereka lupa bahwa sebenarnya di luar sana masih banyak orang-orang yang membutuhkan. Membutuhkan apapun itu....
Tapi manusia lebih cenderung untuk acuh tak acuh, entahlah hanya perasaanku atau kenyataan tapi ini benar-benar menggangguku. Jikalau kita melompat kepada pemikiran yang lebih tinggi aku akan bertanya kepada Tuhan.. "Tuhan apakah ini memang sudah baik adanya? Ini kah yang dimaksud keseimbangan? Jikalau begitu maka aku benar-benar tidak bisa merubah dunia se-utuh-nya menjadi sesuatu yang lebih baik?"
Memang bodoh.. Seseorang bocah memiliki impian untuk merubah dunia ini menjadi lebih baik. Mustahil? Mungkin.. Tapi aku berpikir setidaknya aku sudah berani memiliki impian yang besar, aku berani keluar dari zona nyaman. Itulah yang terjadi kepada generasi penerus bangsa ini, mereka terlalu takut untuk keluar dari zona nyaman. Entahlah mungkin aku ini aneh dan terlalu berani mengambil resiko. Aku juga pernah berpikir bahwa besok aku akan memiliki keluarga dan harus menafkahi mereka dan bisa-bisa nya sampai saat ini aku tetap berpikir untuk merubah dunia ini menjadi sesuatu yang lebih baik. Sepertinya tulisan ini mulai kacau dan menyebar dalam berbagai aspek..........
So take me from the darkness savior!
"Semoga Dunia Ini Bisa Menjadi Tempat Yang Lebih Baik Untuk Hal Yang Sebenarnya Aku Benci.. Manusia!"
Well.. Let's gettin started.
A few days ago, ah forget it.
Pagi ini mungkin sama seperti pagi yang telah berlalu, matahari mulai terbangun, orang-orang mulai berkativitas, kehangatan dan sejuknya perasaan itu menyelimutiku dari kejauhan.
Namun aku sedang memikirkan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah ada, mungkin bisa dibilang fana.. Tentang seseorang yang harus kuselamatkan. Adakah orang yang benar-benar harus aku selamatkan jiwanya? Seseorang itulah yang membuat pagi ini begitu berbeda. Biasanya pagi seperti ini aku sudah memulai rutinitas hidup sehatku, yaah walau hanya sekedar jogging dan kali ini aku memilih untuk diam merenung didepan layar kaca maya ini untuk menuliskan hal yang cukup terpikirkan olehku. Ternyata menulis di pagi hari itu enak, banyak inspirasi yang datang namun tetap secara otomatis otakku akan memilahnya.
Apakah kalian percaya bahwa sebenarnya Tuhan membawa kita ke dunia ini karena ada sesuatu yang harus kita lakukan? Bukan hanya sekedar sekolah, tumbuh dewasa, menikah, punya anak dan seterusnya.. Bukan. Tapi lebih kepada "Apakah kamu sudah berguna bagi sesamamu?" Mungkin lebih tepatnya aksi nyata untuk sesama. Terkadang terpikirkan olehku manusia di era sekarang ini lebih mementingkan kehidupan dan kenikmatan apalagi yang harus mereka capai, mereka lupa bahwa sebenarnya di luar sana masih banyak orang-orang yang membutuhkan. Membutuhkan apapun itu....
Tapi manusia lebih cenderung untuk acuh tak acuh, entahlah hanya perasaanku atau kenyataan tapi ini benar-benar menggangguku. Jikalau kita melompat kepada pemikiran yang lebih tinggi aku akan bertanya kepada Tuhan.. "Tuhan apakah ini memang sudah baik adanya? Ini kah yang dimaksud keseimbangan? Jikalau begitu maka aku benar-benar tidak bisa merubah dunia se-utuh-nya menjadi sesuatu yang lebih baik?"
Memang bodoh.. Seseorang bocah memiliki impian untuk merubah dunia ini menjadi lebih baik. Mustahil? Mungkin.. Tapi aku berpikir setidaknya aku sudah berani memiliki impian yang besar, aku berani keluar dari zona nyaman. Itulah yang terjadi kepada generasi penerus bangsa ini, mereka terlalu takut untuk keluar dari zona nyaman. Entahlah mungkin aku ini aneh dan terlalu berani mengambil resiko. Aku juga pernah berpikir bahwa besok aku akan memiliki keluarga dan harus menafkahi mereka dan bisa-bisa nya sampai saat ini aku tetap berpikir untuk merubah dunia ini menjadi sesuatu yang lebih baik. Sepertinya tulisan ini mulai kacau dan menyebar dalam berbagai aspek..........
So take me from the darkness savior!
"Semoga Dunia Ini Bisa Menjadi Tempat Yang Lebih Baik Untuk Hal Yang Sebenarnya Aku Benci.. Manusia!"
Jumat, 01 Mei 2015
Sajak Tulisan Atau Apa?
Bulan berlalu dan malam sepertinya sedih, mungkin tidak karena langit malam ini tidak terlalu cerah.. Padahal aku tidak melihat keluar, hanya merasakan sejenak bahwa malam ini bulan sedang bersedih. Aku tidak tahu apa yang dia pikirkan, mungkin dia sedang ingin berganti peran dengan matahari yang sepertinya kehadiran pagi itu selalu ditunggu dan ber-label-kan kebahagiaan dan semangat. Malam? Rasa lelah dan beristirahat bahkan bisa jadi ketakutan. Langit benar-benar gagah, bintang benar-benar menggoda dan angin sangatlah mengerti betapa ada seorang pemuda yang mati-matian menyembunyikan ketakutan terbesarnya atas waktu dan masa depan. Pemuda itu kini sedang duduk dan menulis tulisan ini, kemudian dia berpikir bahwa sebenarnya tulisan ini terlalu... Entahlah, mungkin berlebihan. Tidak ada yang ingin aku bahas malam ini, apakah ini sebuah sajak tulisan atau apa? Jika aku boleh berkata ini adalah irama dalam setiap nafas yang aku hembuskan hingga malam ini. Terima kasih Tuhan, Engkau selalu mengerti betapa dunia ini butuh sebuah keseimbangan yang mungkin tidak akan pernah manusia mengerti. Mungkin cukup sekian, atau aku harus berbicara soal kesempurnaan? Topik yang bagus, lingkungan sekitarku adalah ide terbaik untuk sebuah tulisan.. Teman, ya begitulah
Jika aku akan menjelaskan kesempurnaan maka jawaban singkatnya adalah, Tuhan.
Semoga cukup untuk membantu dan tetap menginspirasi walaupun tulisan ini sepertinya memang benar-benar tersirat.
Jika aku akan menjelaskan kesempurnaan maka jawaban singkatnya adalah, Tuhan.
Semoga cukup untuk membantu dan tetap menginspirasi walaupun tulisan ini sepertinya memang benar-benar tersirat.
Langganan:
Postingan (Atom)