Sabtu, 01 November 2014

St.Jimmy vs KrunK

Sampai saat ini aku masih tetap menulis.. Ketika aku tahu di luar garis masih ada garis dan aku mulai termenung. Cukup lama dalam waktu nyata sehingga bisa disimpulkan bahwa tulisan ini tertunda cukup lama hingga akhirnya membusuk ketika kamu akan membuktikan sesuatu dan pada akhirnya aku tahu bahwa sesungguhnya hingga akhir kalimat ini.................................... Tidak ada yang perlu dibutuhkan. Butuhkan ? Buktikanlah supaya aku disangka pembohong pemungut sampah, seberapa keras aku mencoba untuk membuktikanya.. Pada akhirnya label sampah tetap melekat dan tidak akan hilang, bukan hanya soal perasaan tapi fakta dan realita membunuhku. St.Jimmy, seseorang yang cukup banyak merubah masa muda-ku pernah berkata "Kamu adalah pecundang di antara para pemenang". Namun sosok baru bernama KrunK berkata lain "Aku adalah pecundang yang berjibaku dengan para pemenang" Yap bodoh! Aku sadar dan akhirnya belajar. Terkadang langkahku ingin aku untuk berhenti, namun semua idealisme sudah ter-label-kan dengan istilah lain yang bertentangan. Aku masih tetap sendiri, sedang dengan cermin aku enggan berbagi. Jangan Tunduk! Lawan aku dengan berani. Lebih baik maju terus dan gagal, dari pada mundur sebagai pecundang. 

Inti dari tulisan ini adalah.. Terserah bagaimana kalian menyikapinya, ini bersifat netral dan yang menentukan bagaimana akan terpola adalah cara berpikir kalian. Realistis atau Idealis ? Adalah pertarungan St.Jimmy dengan KrunK yang hingga kini tak ada akhirnya. Jiwa Ini Telah Lelah

Untuk hitam putihku yang sudah tidak mau menerimaku kembali kedalam lingkarang keseimbangan...

Senin, 22 September 2014

Sinar Matahari Yang Indah.

TULISAN INI SUDAH DIPINDAHKAN KE DALAM CATATAN YANG LEBIH PRIBADI.
DEMI KEBAIKAN KAMI.
SEKARANG APA YANG KALIAN CARI?

Senin, 04 Agustus 2014

Aku lelah berpura-pura

04/08/2014.. Hari ini, adalah hari ke-4 dimana aku terserang penyakit aneh.. Bukan permasalahan penyakit itu yang akan aku bahas, lagi-lagi soal hidup. Entah kenapa malam ini aku sudah mencapai titik puncak dimana aku sudah lelah untuk melanjutkan hidup ini.. Mungkin hanya sesaat tapi aku hanya ingin berbagi. Kepada siapa lagi aku harus bercerita? Tapi untungnya aku masih memiliki Ayah, Ibu dan adik yang menyanyangiku dan masih tetap sabar untuk merawat saya. Aku merasa tidak berguna, harus dikarantina selama 2 minggu di rumah dan banyak hal yang tidak bisa aku lakukan. Untuk berbaring pun susah, aku harus tidur secara miring... Aku tidak bisa bersandar lepas, benar sekali.. Bahkan kepada siapapun aku bersandar tetap saja tidak bisa. Aku hanya tidak ingin merepotkan orang lain. Yaap sangat membosankan ketika kamu hanya bisa melihat dari balik layar kaca melihat teman-teman mu update di social media tentang tempat / kegiatan yang mereka lakukan hari itu.. Sedangkan aku? Hanya bisa diam di kamar................. Aku lelah untuk terus berpura-pura bahagia di depan teman-teman ku, Aku lelah memberikan semua senyum palsu, menghibur mereka dengan candaan. Aku lelah berpura-pura "Aku baik-baik saja". Apakah aku ini orang yang hebat? Tidak aku lemah.. Aku menyimpan banyak kesedihan di balik semua senyum bahagia, tweet sok bijak dan masih banyak lagi. Apalagi keluhan yang akan aku ungkapkan? Bukan tidak bermaksud untuk bersyukur atau sambat.. Tapi ini aku manusia bukan Tuhan, tolong jangan tuntut aku menjadi seperti apa yang kalian pinta, entahlah aku merasa tulisan ini semakin tidak jelas saja akan bertajuk kemana. Baiklah sekarang aku bersyukur dengan semua yang aku miliki.. Anggota tubuh yang lengkap, hidup mapan, keluarga yang bahagia, teman, masih bsia bernafas, merasakan sakit.. Apalagi? Intinya aku bersyukur dengan semua hal yang ada di hidup ini. Maaf menyerah, aleman, dan bergantung kepada orang lain bukan tipe saya untuk bertahan hidup.. "Don't Trust Anybody" Jangan Percaya Siapapun.. Masih banyak yang harus saya kerjakan, Masih banyak yang harus saya syukuri dan Masih banyak yang harus saya perbaiki... RISE ABOVE HATE-EVEN STRONGER. Semoga saya cepat sembuh dan bisa lebih berguna bagi sesama. Tidak ada yang perlu di khawatirkan, karena saya tahu.. Tuhan itu maha Asik.


Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta.. Semoga semua makhluk hidup bahagia.

Selasa, 29 Juli 2014

Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta.

Tidak usah memulai dengan sesuatu yang sempurna, mulai lah sesuatu itu menjadi sempurna.. Baiklah judul kali ini berasal dari buku "YANG HANYA SAYA BACA JUDULNYA" milik kerabat saya ketika saya sedang mudik 1 hari yang lalu. Buku berjudul "Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta" yang berarti Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia itu hanya saya baca judulnya dan sangat menginspirasi kemudian saya lupa siapa penulisnya.. Baru judul belum isi dan saya bisa menyimpulkan sendiri tentang kalimat itu. Apa itu kasih sayang? Apa itu kebahagiaan? Apa itu kehidupan yang damai? Semoga kalian tidak bosan dengan tulisan kali ini karena cukup panjang dan semoga bisa menginspirasi serta bisa kalian sebarkan untuk kehidupan dunia yang lebih baik.. Tolong tetap Stay Positive dalam menanggapi tulisan saya pada kali ini karena saya hanya mencoba untuk memberikan sesuatu yang baik, apabila ada salah sebelumnya saya meminta maaf. Mungkin kalian berpikir ini tidak berguna, tapi setidaknya saya sudah berusha untuk memulai, kalian? Baiklah kita mulai.. 

#StayPositive itu adalah hestek saya di twitter @CarolusDewangga yang sering saya gunakan, apa maksudnya? Yaap mengajak kalian yang sempat membaca untuk menanggapi apapun dengan cara yang positive, seperti hal nya tweet saya yang kadang enggak mutu.. Yakin lah bahwa semua yang terjadi di dunia ini ada baik dan buruknya. Mungkin tidak segera, tapi pasti kalian akan mengerti suatu saat.

Dimensi Masa.. Apa itu dimensi masa? Ini adalah pernyataan dari Bhikku Uttamo
Masa lalu hanyalah kenangan, jadikan pelajaran
Masa depan masih impian, jadikan pedoman
Masa sekarang adalah kenyataan, gunakan secara maksimal
Bukan bermaksud SARA dan sebagainya, tapi ini memang ungkapan bagus dan saya tidak takut untuk mengungkapkan pernyataan tersebut.. Hayooo kalian generasi muda yang lagi cinta2an galau2an males2an syukur deh ada yang rajin2an, hidup bukan hanya soal kisah romansa sementara karena ada masa depan yang harus kalian taklukan. Apa kalian memikirkan apa yang saya pikirkan? "Besok keluarga ku seperti apa ya? Pasangan hidup serta anak-anak ku akan kuberi makan apa? Tinggal dimana?" Pikirkan lagi tentang apa yang kalian perbuat sekarang.. Hidup itu sangat singkat, jadikan bermakna.

Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia.. Bukan semoga tapi harus, tapi kembali lagi di era sekarang pernyataan itu sulit sekali dirubah menjadi harus karena hampir mutlak menjadi yang disemoga kan. Tidak percaya? Apa kalian bertegur salam hari ini? Itu pasti dan aku yakin namun senyum adalah mahal yang di murahkan.. Berbagi senyum itu hebat, saya belajar dari teman saya yang beragam muslim dia pernah mengatakan "Senyum Itu Ibadah" Well kan? Ibadah yang mudah itu senyum, tapi sekarang berbagi senyum itu di bilang murahan dan kalian yang menjadi korban mutlak perkataan itu.. Turut berbela sungkawa dengan segala gengsi, ke-aku-an, kasta dan masih banyak post modernisme di masa kini. Banyak yang salah jalan tapi merasa tenang karena banyak dari mereka yang merasa salah, Beranilah menjadi benar walaupun sendirian.. Apa kalian berani? Coba lah berani merintis sesuatu, bukan berani untuk mengikuti.. Saya rasa itulah yang di butuhkan pemuda/pemudi di Indonesia untuk membangun Negeri ini.

NO EVIL, MORE GOOD, PURE HEART.. Kalian sebut ini kesempurnaan? Lalu kalian akan mengatakan.. "Ah persetan dengan kesempurnaan" Well If you want to say like that.. No prob, take care and be happy on your way to the darkness, It's true.. Sejujurnya aku masih bingung karena ada 2 hal yang pernah aku ungkapkan
-Semua hal itu ada baik dan buruknya- buruk berarti tidak sempurna?
-Segala yang ada di dunia ini di ciptkan sempurna oleh-Nya- Bagaimana dengan yang mutlak tidak sempurna?
Ini sedikit sulit untuk dimengerti.. Apa jadinya jika dunia ini hanya berisi kebaikan? Ayah saya berkata "Tidak terjadi keseimbangan, hidup ini sudah diciptakan secara seimbang" Itu adalah prinsip Yin dan Yang. Lalu apakah dunia akan terus seperti ini? Yang saya tahu justru dunia ini semakin memburuk, bukan seimbang. Ada sedikit cupklikan lirik lagu dari band bernama FSTVLST yang berjudul Orang-Orang di Kerumunan.. 
"dan turut berduka cita, untuk tak berartinya bunga
terganti umpat benci caci maki bunuh dan lukai, benci dan lukai"

It's True, dude? Yeah.. Apa kalian merasakan fenomena ini? bunga yang harum kini berganti dengan segala hal modernisme dengan penghitungan massa dan kepemilikan.. Umpat, Benci, Caci, Maki, Bunuh dan Lukai seolah menjadi trend yang seharusnya harus dilakukan untuk tetap bertahan pada era masa kini, menyedihkan.. Coba untuk bernafas, renungkan, apa yang telah kalian lakukan dan apa yang akan kalian lakukan.  Jadi soal kesempurnaan tak usah terlalu di pikir berat, itu hanya istilah.. Mari berbuat baik, berbagi senyum, bermakna bagi sesama, selagi sempat dan mampu. Jika kita bisa banyak melakukan hal baik di dunia ini dari pada hal buruk kita sudah tidak perlu lagi kesempurnaan, kita sudah merasa baik dan segalanya hanya akan menjadi sebuah ke-fanaan belakang, tidak peduli dengan sosialita yang ada.. Hanya ada kebaikan-kebaikan-kebaikan dan kebaikan di setiap harinya, orang tersenyum bahagia, saling bagi, saling sapa, saling senyum, saling-saling-saling. Apakah kalian tidak mau dengan kehidupan yang seperti itu? Penuh damai, tidak ada pertikaian, tidak ada dendam, tidak ada ke-maha-an ke-aku-an, semua sama saling berbagi bahagia seperti apa yang diajarkan oleh Yesus untuk saling mengasihi.. Ayo kita coba meredam ego kita, buat dunia ini menjadi tempat yang nyaman untuk anak cucu kita esok. Kalau bukan kita, siapa lagi? Memang berat untuk merubah dunia yang sudah perlahan terkikis hakekatnya.. Namun tidak ada salahnya kan untuk mencoba? Di mulai dari diri sendiri, menjadi pribadi yang berkualitas, berpikir secara hebat dan pada akhirnya Mulai Berkualitas Secara Hebat.. 

Cukup sekian tulisan pada kali ini, saya ingin lanjut tapi tangan sudah berkata lain.. Ya semoga saya masih diberikan kesempatan untuk berbagi dan jika kalian tetap masih memiliki rasa benci dengan sesama, ingatlah bahwa mereka juga ciptaan Tuhan.. Jadi kalian membenci ciptaan Tuhan? Hebat sekali yaa.. #StayPositive dan kembali lagi saya mengingatkan bahwa tulisan ini tidak baik/buruk karena smeua kembali ke pribadi masing-masing untuk mencerna apa yang sudah saya berikan..

Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta.