Kamis, 03 Juli 2014

Sekilas Pagiku

Pagi ini aku masih terjaga semalam suntuk dan aku tidak tahu apa saja yang aku lakukan.. Ini adalah bulan puasa, tidak lupa aku mengingatkan teman-temanku untuk sahur kemudian aku memilih lagu "Welcome To Black Parade" karya My Chemical Romance untuk memulai pagi ku tepat jam 03.44 setelah itu aku keluar dari persembunyian ku di atas atap rumah aku mendegar banyak suara petasan, teriakan anak kecil, dan orang-orang yang akan menjalankan ibadahnya atau sekedar lewat depan rumahku untuk mencari kebahagiaan.. Lebih ramai dari biasanya kurasakan pagi ini, menunggu mentari menunjukan taringnya dan tepat 05.24 dia berani menantang dunia ini namun terhalang sinaranya oleh langit, hanya sejenak dan dia muncul kembali. Aku tidak sendiri pagi itu, ada seekor kucing liar yang berdiri di sampingku dan sepertinya dia sangat mengerti apa arti dari sebuah pagi.. Kami menghabiskan waktu berdiam diri diatas atap rumah dan bercengkerama dengan mentari, langit, dan udara pagi yang begitu sejuknya. Ya itulah sekilas pagiku, sangat sederhana untuk menikmati bahagia yang sederhana dan aku sangat bersyukur masih bisa bernafas pada tulisan kali ini.. Pagi mu terlalu berharga untuk kau lewati dengan terlelap, coba bangun lah lebih pagi dan rasakan indahnya mentari, segarnya udara dan penyeimbang kehidupan yang disebut langit dan awan. Sudah mulai panas dan aku harus melanjutkan aktivitas ku sebagai seorang pelajar yang sedang menjalankan masa liburanya "Yeah this is holiday, then?" Aku tidak peduli, kemudian ku buat secangkir kopi dan di mulailah tulisan ini. Hanya untuk menjelaskan secuil pagi ku di antara ribuan banyaknya pun membutuhkan tulisan yang panjang, betapa hebatnya dunia ini.. Bersyukurlah, nikmati pagimu dan berbagi senyum kepada sesama.. Sekilas Pagiku.

Selasa, 01 Juli 2014

Aku Melewatkan Senja

Senja sore ini begitu berbeda setelah Juni yang aku lewatkan banyak senjanya untuk kembali ke tujuan awalku sebagai manusia pada hakekatnya.. Bermimpi, benar sekali aku bermimpi untuk melakukan banyak hal gila contoh mudahnya dalam waktu dekat aku harus pergi melanjutkan studi ku entah di London, Colorado, New Zealand, Australia atau di mana pun tempatnya aku hanya ingin pergi meninggalkan negeri anarki ini untuk memulai kehidupan yang lebih baik.. Namun aku sadar itu terlalu tinggi, benar aku sadar dan terbangun sudah 18.33 di awal Juli ini, manusia atau pemimpi? Aku ambil keduanya karena hidup hanya sekali dan harus aku maksimalkan.. Mungkin tulisan ini sudah terlalu panjang dan tidak berawal bahkan akhir. Hanya sajak seorang pemimpi, realita yang ada hanya sampah. Ini bukan awal tujuanku kembali ke meja qwerty ini tapi ya sudahlah harus segera aku akhiri karena ada sesuatu yang menunggu ku disana.. Aku Melewatkan Senja

Kamis, 22 Mei 2014

Kemudian Lupa

Kembali lagi mengehela nafas di tengah kesibukan hidup, yaap aku habiskan paruh waktu bersama kawan-kawan sebelum menyambut akhir pekan yang jarang aku lewatkan bersama mereka.. Lalu apa yang akan aku tulis? Sesuatu yang tidak jelas seperti biasanya? Bukan, aku hanya ingin memaparkan suatu ide gagasan tentang hidup, kemudian lupa... Selamat melanjutkan.

Jumat, 18 April 2014

Langit Utara

Aku berjalan pulang menjelang petang dan aku melihat ke utara, awan membumbung tinggi begitu indahnya dengan perpaduan sang mentari yang akan terlelap dan disamping itu rembulan telah muncul lebih cepat dari biasanya membuat aku berpikir bahwa aku sangat beruntung masih dapat bernafas dan menikmati keindahan ini, Terima Kasih Tuhan.. Tolong kami agar selalu menjaga Negeri yang indah ini, Indonesia.. Seketika aku teringat akan semua mimpi dan cita-cita ku tapi ketika aku mulai menengadah ke tanah aku lupa akan segalanya padahal hampir saja aku menemukan siapa diri ku ketika aku melihat langit utara, tapi itu semua hanya bualan seorang pemimpi sama halnya dengan sampah yang terurai..